--> Skip to main content

Saat Istri Mintai Cerai, Apa Yang Harus Dilakukan Suami?

Sebagai manusia, ketika telah memasuki usia dewasa dan cukup umur, pasti menginginkan memiliki pasangan untuk bisa hidup bersama dalam suatu ikatan perkawinan. Tidak bisa dipungkiri, banyak sekali kebahagiaan dan kesenangan ketika kita telah menikah. Selain karena hal itu adalah salah amalan sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, juga menjadi puncak kebahagiaan sebagai seorang manusia. Apalagi setelah menikah, dikaruniai momongan, tentu akan menambah kedalaman hubungan dengan pasangan dan semakin menambah hari-hari dengan kebahagiaan. 

Tapi bukan berarti, setelah menikah tidak akan ada masalah, justru karena menikah, dua orang yang sangat berbeda dengan latar belakang berbeda berkumpul menjadi satu membuat kemungkinan terjadi perselisihan setelah menikah sangat besar. Perselisihan mulai dari hal-hal sepele yang kecil sampai hal yang rumit dan besar dan sulit untuk diselesaikan yang akhirnya berujung dengan perceraian. Perceraian bisa datang dari suami yang menuntut cerai ataupun dari istri yang meminta cerai kepada suami. Tentu semua keluarga tidak menginginkan ada satu anggota keluarga pun yang mengalami perceraian. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kami ingin mengetengahkan artikel yang ketika istri meminta cerai, apa yang harus suami lakukan?
saat istri minta cerai, suami harus apa

Wahai para suami, kalau ingin rumah tanggamu langgeng, dengarkanlah keluh kesah para istri dan jadilah sandarannya dan jangan pernah tinggalkan dia.

Kaum wanita memang diciptakan berbeda dengn kaum pria. Ketika pria lebih didominasi oleh logika berpikir namun wanita lebih didominasi oleh perasaan. Sehingga dalam menghadapi suatu masalah, jika seorang pria mempertahankan logikanya dan mengabaikan perasaan istri, ini sangat berbahaya. Begitupun jika istri serta merta hanya untuk memenuhi hasrat perasaannya, ini tidak juga bagus untuk sebuah keluarga. Alangkah bagus kalau keduanya berjalan secara seimbang dan harmonis. 

Ketika istri sampai meminta cerai kepada suami berarti ini adalah hal yang sangat serius yang harus diselesaikan dalam keluarga anda. Ketika istri meminta cerai kepada suami. Jangan pernah abaikan istri, tetap dengarkan apa yang dia inginkan dan jangan pernah tinggalkan dia.

Jangan mendikte istri jika sudah demikian, apalagi jika watak istri sangat keras. Kelola perasaan istri, mungkin perkataan cerai istri itu hanya luapan emosi yang selama ini terpendam dan tidak bisa dibendung.

Ayo, selidiki secara benar, ada apa sebenarnya dirumah? Apakah istri banyak tekanan? Atau ada masalah lain sehingga membuat istri anda menjadi sangat emosi dan membuat istri anda menuntut cerai. Bisa jadi permintaan cerai istri sebenarnya hanya gertakan, agar anda melakukan sebuah tindakan nyata. Mungkin istri sudah sangat tidak sabar menunggu tindakan nyata dari piminan keluarga. Tetap ingat pada anak, jangan turut emosi, jika istri emosi. Jika anda emosi malah akan membuat keluarga anda semakin berantakan.

Pasti anda paham kan sebagai suami tentang karakter istri anda, ketika merajuk dan marah akan seperti apa kira-kira tindakannya. 

Tindakan Suami Saat Istri Meminta Cerai

1. Pahami Kata Permintaan Cerai

Anda sebagai suami, harus benar-benar tahu karakter istri, apa kesukaannya, apa paling tidak disukainya, apa yang membuatnya marah, bagaimana dia marah, seperti apa ketika marahnya memuncak. Apakah pemintaan cerai istri anda hanya sebuah gertakan atau sebuah kata-kata serius. Kalau anda menganggap tidak ada hal yang serius yang membuat anda harus bercerai, coba selidiki mungkin mungkin anda orang yang terlalu cuek sehingga istri tidak tahan dan meluapkannya dengan permintaan itu.

2. Ingat Anak

Hadirnya anak dalam keluarga membuat keluarga semakin kuat dan harmonis. Pasti anda ingin kan anak anda terus dalam kebahagiaan dan kasih sayang orang tuanya. Hilangkan kamus cerai dalam pikiran anda, meskipun istri meminta, usahakan pertahankan terus keluarga anda.

3. Ingat Perjuangan Anda dan Istri

Ketika istri meminta cerai, ingatlah masa perjuangan anda bersama istri. Gunakan itu sebagai penguat jalinan tali ikatan keluarga. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar